Twitter FaceBook
Home
Jan
14
pipit Fitria Nugraha Aini piet

Definisi

Retinitis pigmentosa (RP) merupakan kelainan yang bersifat genetik herediter, dengan gejala buta senja, perubahan pigmen retina, dan menyempitnya lapang pandang berakhir dengan hilangnya penglihatan.

Epidemiologi

Retinitis pigmentosa mempengaruhi 1 dari 5000 penduduk di seluruh dunia. Usia penderita RP biasanya didiagnosis pada masa dewasa muda, meskipun dapat juga ditemukan pada masa kanak-kanak hingga pertengahan usia 30-an sampai 50-an.

Etiologi

Kematian fotoreseptor yang disebabkan oleh defek molekuler pada lebih dari seratus gen yang berbeda, diantaranya :
– X-linked  RP → Mutasi gen RPGR.
– Autosomal dominant RP → Mutasi  “the gene for rhodopsin” (gen pembentuk rhodopsin/red photopigment)
Autosomal recessive RP → Mutasi pada gen beta-phosphodiesterase

Patofisiologi

Retinitis pigmentosa secara khas dipercaya sebagai suatu distrofi sel batang-kerucut dimana defek genetik menyebabkan apoptosis, sebagian besar di fotoreseptor sel batang; sebagian kecil, defek genetik memengaruhi retinal pigment epithelium (RPE) dan fotoreseptor sel kerucut. Akhir dari retinitis pigmentosa adalah  kematian  secara khas fotoreseptor sel batang yang cenderung menyebabkan kehilangan penglihatan. Karena sel batang paling banyak ditemukan di midperipheral retina, maka hilangnya sel di daerah ini akan menyebabkan hilangnya penglihatan tepi (peripheral vision loss) dan hilangnya penglihatan malam hari (night vision loss).

pipit Fitria Nugraha Aini piet
14:36
 
Aug
9
pipit Fitria Nugraha Aini piet

Haloo….

Lama ga ngeblog. Maklum dua bulan ini sibuk sama skripsi. Dan… Ngomong-ngomong soal skripsi. Kemaren adalah hari bersejarah bagi tahapan cita-citaku loh…
Yupp! Kemaren adalah hari dimana aku harus menghadapi ujian skripsi alias kompre. Berhadapan dengan dosen penguji yang gelarnya professor, apalagi penelitian skripsi yang aku angkat ini adalah bidang kesukaan beliau 😥 , jadi pertanyaannya buanyaaakkkk bgt ! Tapi alhamdulillah.. bisa jawab semua pertanyaan dengan berbagai cara :p

Bagi mahasiswa, skripsi merupakan momok yang menakutkan ! Gimana enggak.. Tiap hari kita dibikin stress gara-gara kehabisan ide dsb. Karenanya kita jadi sensitif. Jadi gampang marah. Jadi berantem sama pacar. Jadi tambah ga bisa mikir. Jadi tambah molor nyelesein skripsi. Jadi diomelin ortu. Jadi tambah stres. Jadi tambah ogah-ogahan deh mikir skripsinya 😀

Yahhh… Apa pun itu, semuanya adalah bagian dari proses kita menuju tingkat yang lebih tinggi dan insyaAllah lebih baik. Tinggal bagaimana kita bisa bertahan dan melalui itu semua.

Finally, 15 Agustus 2011 nanti. Nama saya resmi : Fitria Nugraha Aini, S.Ked
Sebuah hadiah kecil untuk Ibuk, Bapak, Mbah yi, dan *Kamu.. 🙂

pipit Fitria Nugraha Aini piet
3:06
 
May
20
pipit Fitria Nugraha Aini piet

Home sweet home.. 🙂

Awalnya saya hendak menulis tentang rumah impian “saya”. Tapi, berhubung tiba-tiba saya merasa sangat egois jika bermimpi sendiri tentang rumah yang nantinya akan saya tinggali bersama suami dan anak-anak kami, maka tulisan ini akan berisikan tentang rumah impian “kami” :).

Yapp, beberapa hari kemarin saya dan si tukang kunci semalaman browsing dan sharing konsep, eksterior sampai interior rumah impian kami. Dan dari kesimpulan yang bisa saya dapatkan, ternyata selera kami tentang rumah tidak jauh berbeda. Kami sama-sama ingin mempunyai rumah dengan konsep rumah keluarga, maksudnya rumah yang benar-benar nyaman untuk istirahat, dan berkumpul dengan keluarga. Tempat yang lebih menyenangkan untuk menghabiskan waktu daripada di mall, kantor, dan tempat-tempat yang lain Bukan hanya sebagai tempat mampir setelah kerja, atau tempat mampir makan dan tidur saja. Mungkin yang sedikit berbeda adalah si tukang kunci lebih suka dengan konsep klasik sedangkan saya lebih suka yang simpel dan modern. Jadi, inilah rumah impian kami :Klasik, tapi tidak terlihat sebagai rumah kuno. Saya suka dengan rumah yang mempunyai banyak jendela. Selain memang dari segi ventilasi yang baik untuk kesehatan, jendela yang banyak dan lebar akan membuat rumah terasa lebih luas karena kita bisa memandang bebas ke arah luar. Akan sangat membantu menyegarkan pikiran kita jika kita bisa melihat ke arah kebun atau kolam ikan kita dari dalam rumah. Halaman rumah tidak perlu yang terlalu banyak tanaman, bukan karena saya tidak suka berkebun, saya lebih suka taman yang simpel dengan rumput-rumput hijau yang tertata rapi dengan beberapa tanaman dan bunga yang awet tidak mudah layu.

Rumah impian kami ini memiliki dua lantai. Lantai satu berisi ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan kamar tamu. Lantai satu akan menjadi jantung dalam rumah kami, karena sebagian besar aktivitas keluarga akan banyak dilakukan di lantai satu ini, jadi kami memilih interior dengan konsep simpel dan cozy.

Ruang tamu didesain klasik sederhana dengan meja kayu di tengahnya. Sofa yang dipilih dengan harapan akan membuat tamu merasa lebih nyaman berada di rumah kami. Interior lain yang dipilih seperti lampu berdiri dan lukisan akan menyeimbangkan kesan klasik namun simpel.

Sedangkan untuk ruang keluarga, kesan cozy tetap kami pertahankan. Ruang keluarga inilah yang nantinya menjadi pusat berkumpul keluarga kami. Si tukang kunci sampai-sampai membayangkan anak kami nanti duduk di bawah sambil menggambar, sedangkan kami santai sambil menonton TV 🙂 . Ruang keluarga kami nanti akan dilengkapi LCD TV yang besar dengan sound yang bagus agar kami sekeluarga dapat menonton film favorit atau menyanyi karaoke bersama. Ruang keluarga benar-benar akan menjadi tempat paling favorit di keluarga kami 🙂 .

Ruang makan kami sederhana, meja dan kursi makannya terbuat dari kayu. Ruang makan kami letakkan di bagian pojok dalam rumah dengan jendela dan pintu yang mengahadap ke halaman belakang agar udara dapat keluar masuk dengan bebas. Selain itu kami juga bisa makan sambil melihat pemandangan halaman belakang rumah. Saya memang belum begitu pintar memasak, tapi di tempat inilah nantinya saya akan memberikan makanan yang terbaik dan terlezat untuk keluarga saya 🙂 .

Seperti sudah saya bilang sebelumnya di atas, saat ini saya memang belum begitu pandai memasak. Tetapi dari dapur ini saya akan belajar banyak masakan yang enak 🙂 . Desain dipilih simpel kontemporer agar saya nanti tidak bosan untuk berada di dapur.

Kami ingin memiliki sebuah kolam renang di belakang rumah. Tidak perlu terlalu besar, cukup dengan desain simpel dan minimalis dengan kedalaman yang diatur untuk dewasa dan ada sebagian untuk kedalaman anak-anak. Keberadaan kolam renang selain menjadi fasilitas untuk menjalani hobi berenang saya – karena si tukang kunci melarang saya untuk berenang di kolam renang umum -__-” – tetapi juga akan membuat rumah kami menjadi terasa lebih dingin.

Selain terdapat kolam renang, kami juga ingin meletakkan musholla di teras belakang lengkap dengan tempat wudhu. Teras bagian belakang rumah nantinya akan kami pasangi lantai kayu. Di bagian samping kiri teras belakang akan kami gunakan untuk meletakkan alat-alat gym untuk si tukang kunci yang memang hobi olahraga itu. Selain itu, halaman belakang rumah di dekat kolam renang akan kami letakkan sebuah gazebo lengkap dengan tungku pemanas, fungsinya adalah untuk tempat berkumpul bersama keluarga sambil memandang langit – hehe :p – Sedangkan untuk lantai dua, kami sepakat untuk menggunakannya sebagai markas istirahat. Lantai dua akan berisi kamar tidur utama sebagai kamar tidur kami, kamar tidur anak, ruang kerja si tukang kunci dan ruang baca keluarga. Si tukang kunci sangat mementingkan privasi, sehingga lantai dua ini akan menjadi tempat menjadi dunia kami 🙂 .

Waktu saya menawarkan beberapa gambar desain kamar tidur pada si tukang kunci, tanpa sengaja kami berdua langsung menyebutkan pilihan yang sama secara bersamaan. Yapp, kamar tidur ini 🙂 . Perbedaan selera tentang konsep rumah kami berdua disatukan oleh pilihan ini. Si tukang kunci yang klasik dan saya yang simpel dan menyukai jendela-jendela besar dengan balkon yang menghadap ke luar rumah. Saya juga suka dengan tempat tidur yang kasurnya besar dan tebal. Rasanya akan sangat nyaman tidur di atasnya. Tempat yang paling nyaman untuk melepas lelah sehabis bekerja untuk si tukang kunci. Si tukang kunci tidak menginginkan TV di dalam kamar tidur, alasannya karena TV di dalam kamar tidur akan mengurangi kesempatan kami untuk berkomunikasi dan berbagi. Yaa.. Saya sepakat dengan pendapat itu 🙂 .

Si tukang kunci ingin punya dua anak saja katanya, perempuan dan laki-laki. Sedangkan saya malah ingin tiga :p (Aminn..) . Jadi kami juga berkhayal untuk mendesain kamar tidur untuk anak-anak kami nanti. Kamar tidur anak perempuan kami berwarna pink. Sebenarnya saya juga bingung, kenapa harus warna pink ? Si tukang kunci malah cuma senyum-senyum nggak tahu alasannya juga -_-“. Tapi saya rasa tidak masalah dengan warna pink pada gambar di atas. Kata tukang kunci “Seprei-nya kan bisa diganti warna laen yank..”. Oke oke.. alasan bisa diterima. Yang penting konsep kamar tidur untuk anak perempuannya dapat -_-” .

Kamar tidur untuk anak laki-laki kami juga konsepnya simpel. Tidak perlu terlalu banyak pernik seperti pada kamar anak perempuan. Yang sama hanya tempat untuk menyimpan mainan mereka dan meja belajar saja sudah cukup. Tempat ini juga akan menjadi tempat favorit jagoan kecil kami 🙂

Akhirnya, ini adalah sebagian kecil dari mimpi kami. Memiliki rumah yang nantinya akan menjadi tempat kami membangun keluarga yang sakinah – Aminn…. :)- Masih banyak mimpi-mimpi kami berdua yang belum sempat dipublikasikan :p, apa pun itu, semoga mimpi, cita, dan harapan kami cepat terwujud. Amiinnn… 🙂

pipit Fitria Nugraha Aini piet
5:53
 
 
Apr
22
pipit Fitria Nugraha Aini piet

Kelemahan Obat Tradisional
Disamping berbagai keuntungan, bahan obat alam juga memiliki beberapa kelemahan yang merupakan kendala dalam pengembangan obat tradisional (OT). Adapun beberapa kelemahan tersebut antara lain :

– Efek farmakologisnya yang lemah
– Bahan baku belum terstandar dan bersifat higroskopis serta voluminers
– Belum dilakukan uji klinik
– Mudah tercemar berbagai jenis mikroorganisme

Menyadari akan hal ini, maka pada upaya pengembangan OT ditempuh berbagai cara dengan pendekatan-pendekatan tertentu, sehingga ditemukan bentuk OT yang telah teruji khasiat dan keamanannya, bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah serta memenuhi indikasi medis; yaitu kelompok fitofarmaka. Akan tetapi untuk melaju sampai ke produk fitofarmaka, yaitu melalui beberapa tahap (uji farmakologi, toksisitas, dan uji klinik) hingga bisa menjawab dan mengatasi berbagai kelemahan tersebut.

Efek farmakologis yang lemah dan lambat karena rendahnya kadar senyawa aktif dalam bahan obat alam sera kompleksnya zat balast/senyawa banar yang umum terdapat pada tanaman. Hal ini bisa diupayakan dengan ekstrak terpurifikasi, yaitu suatu hasil ekstraksi yang selektif yang hanya menyari senyawa-senyawa yang berguna dan membatasi sekecil mungkin zat balast yang ikut tersari.

Efek samping tanaman obat tradisional
Dari definisi Obat Tradisional yang telah direkomendasikan DepKes, terdapat kalimat “… yang secara tradisional digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman”. Pada kata ‘secara tradisional’ tersirat makna bahwa segala aspeknya (jenis bahan, cara menyiapkan, takaran, serta waktu dan cara penggunaan) harus sesuai dengan warisan turun-menurun nenek moyang kita. Penyimpangan terhadap salah satu aspek kemungkinan dapat menyebabkan ramuan OT tersebut yang asalnya aman menjadi tidak aman atau berbahaya bagi kesehatan. Padahal jika diperhatikan, seiring perkembangan jaman banyak sekali hal-hal tradisional yang telah bergeser mengalami penyempurnaan agar lebih mudah dikerjakan ulang oleh siapapun. Misalnya tentang peralatan untuk merebus jamu, dulu masih menggunakan kuali sedangkan sekarang sudah menggunakan panci alumunium.

Secara toksikologi, bahan berbahaya adalah suatu bahan (sintetik atau alami, organik maupun anorganik) yang karena komposisinya dalam keadaan, jumlah, dosis, dan bentuk tertentu dapat mempengaruhi fungsi organ tubuh manusia atau hewan sedemikian sehingga menganggu kesehatan baik sementara, tetap atau sampai menyebabkan kematian. Bahan yang aman pada dosis kecil kemungkinan dapat berbahaya atau toksik jika digunakan dalam dosis besar dan atau waktu lama, demikian juga bila tidak tepat cara dan waktu penggunaannya. Jadi tidak benar bila OT itu tidak memiliki efek samping. Sekecil apapun, efek samping tersebut tetap ada; namun hal tersebut bisa diminimalkan jika diperoleh informasi yang cukup.

Ada beberapa contoh, antara lain merica (Piperis sp) pada satu sisi baik untuk diabetes, tetapi merica juga memiliki efek samping menaikkan tekanan darah; sehingga bagi penderita diabetes sekaligus hipertensi sebaiknya tidak mengkonsumsi merica secara berlebih. Kencur (Kaempferia galanga) memang bermanfaat menekan batuk, tetapi juga berdampak meningkatkan tekanan darah sehingga tidak baik bagi penderita hipertensi. Demikian juga dengan brotowali (Tinospora sp) yang dinyatakan memiliki efek samping dapat menganggu kehamilan dan menghambat pertumbuhan plasenta.

Walaupun demikian, efek samping OT tidak bisa disamakan dengan efek samping obat sintetik/modern. Pada tanaman obat terdapt suatu mekanisme yang disebut-sebut sebagai penangkal atau dapat menetralkan efek samping tersebut, yang dikenal dengan SEE (Side Effect Eleminating Substained). Sebagai contoh, kunyit memiliki senyawa yang merugikan tubuh, tetapi juga memiliki zat anti untuk menekan dampak negatif tersebut.
Selain yang telah disebutkan di atas, ada beberapa tanaman obat yang memang berefek keras atau mempunyai efek samping berbahaya terhadap salah satu organ tubuh, antara lain :

1. Jantung –> Daun digitalis, daun oleander, daun senggugu.
2. Susunan Saraf Otonom –> Umbi gadang, biji saga, daun dan buah kecubung, daun gigil, biji jarak, daun tuba.
3. Sistem Saraf Pusat –> Daun koka
4. Sistem Pencernaan –> Biji ceguk, daun widuri
5. Sistem Pernafasan –> Kulit buah jambu monyet
6. Sistem Reproduksi Wanita (Abortivum) –> Jungrahap, jarong, daun maja, akar kelor, buah nanas muda.
7. Sistem Reproduksi Pria Penurun libido : Biji kapas, Melemahkan spermatozoa : Biji pare
8. Saluran Kemih –> Diuretik kuat : daun keji beling, meniran; Memicu batu ginjal : bayam, kubis, nanas
9. Hati –> Konfrei, arak, daun imba

Sumber :
Hermawati, Risa. Manfat, Keamanan dan Regulasi Tumbuhan Obat Alam. UPT Materia Medica. Dinkes Jatim. 2009

pipit Fitria Nugraha Aini piet
0:25
 
Apr
21
pipit Fitria Nugraha Aini piet

Kelebihan Obat Tradisional
Dibandingkan dengan obat-obatan modern, memang obat traditional (OT) memiliki beberapa kelebihan, antara lain :

1. Efek samping OT relatif kecil bila digunakan secara benar dan tepat
OT akan bermanfaat dan aman jika digunakan dengan tepat, baik takaran, waktu, dan cara penggunaan, pemilihan bahan serta penyesuaian dengan indikasi tertentu.

a. Ketepatan takaran / dosis
Daun seledri (Apium graviolens) telah diteliti dan terbukti menurunkan tekanan darah., tetapi pada penggunaannya harus berhati-hati, karena pada dosis berlebih (over dosis) dapat menurunkan tekanan darah secara drastis. Penurunan tekanan darah secara drastis tersebut justru akan lebih berbahaya karena dapat menyebabkan syok. Oleh karena itu dianjurkan agar jangan mengkonsumsi lebih dari 1 gelas perasan seledri untuk sekali minum.

b. Ketepatan waktu penggunaan
Waktu penggunaan sangat berpengaruh terhadap efektifitas maupun efek samping yang mungkin timbul dari tanaman obat.

c. Ketepatan cara penggunaan
Daun kecubung (Datura metel L.) telah diketahui mengandung alkaloid turunan tropan yang bersifat bronkodilator (dapat memperlebar saluran pernafasan) sehingga dapat digunakan untuk mengobati penderita asma. Penggunaannya dengan cara dikeringkan lalu digulung dan dibuat rokok serta dihisap. Akibat kesalahan informasi yang diperoleh atau kesalahpahaman bahwasannya secara umum penggunaan OT secara tradisional adalah direbus lalu diminum air seduhannya; maka jika hal itu diperlakukan terhadap daun kecubung, akan terjadi keracunan karena tingginya kadar alkaloid pada darah. Orang jawa menyebutnya “mendem kecubung” dengan slah satu tandanya midriasis (pupil mata membesar).

d. Ketepatan pemilihan bahan secara benar
Akhir-akhir ini banyak terjadi kekeliruan terhadap tanaman kunir putih, dimana 3 jenis tanaman yang berbeda (Curcuma amangga, Curcuma zedoaria, Kaempferia rotunda) seringkali sama-sama disebut sebagai ‘kunir putih’ yang sempat terkenal karena dinyatakan dapat digunakan untuk pengobatan kanker.

e. Ketepatan pemilihan obat tradisional untuk indikasi tertentu
Penggunaan daun tapak dara (Vinca rosea) untuk mengobati diabetes bukan merupakan pilohan yang tepat, sebab daun tapak dara mengandung alkaloid vinkristin dan vinblastin yang dapat menurunkan jumlah sel darah putih (leukosit). Jika digunakan untuk penderita diabetes yang mempunyai jumlah leukosit normal akan membuat penderita rentan terhadap serangan penyakit karena terjadi penurunan leukosit yang berguna sebagai pertahanan tubuh.

2. Adanya efek komplementer dan atau sinergisme dalam ramuan obat tradisional
Dalam suatu ramuan OT umumnya terdiri dari beberapa jenis tanaman obat yang memiliki efek saling mendukung satu sama lain untuk mencapai efektivitas pengobatan. Formulasi dan komposisi ramuan tersebut dibuat setepat mungkin agar tidak menimbulkan kontra indikasi, bahkan harus dipilih jenis ramuan yang saling menunjang terhadap suatu efek yang dikehendaki.

3. Pada suatu tanaman bisa memiliki lebih dari satu efek farmakologi
Zat aktif pada tanaman obat biasanya dalam bentuk metabolit sekunder, sedangkan satu tanaman bisa menghasilkan beberapa metabolit sekunder; sehingga memungkinkan tanaman tersebut memiliki lebih dari satu efek farmakologi. Efek tersebut ad kalanya saling mendukung (seperti pada herba timid an daun kumis kucing), tetapi ada juga yang seakan-akan saling berlawanan atau kontraindikasi (seperti pada akar kelembak).

4. Obat tradisional lebih sesuai untuk penyakit-penyakit metabolik dan degeneratif
Penyakit metabolik dan degeneratif adalah penyakit yang timbul bukan karena infeksi, melainkan karena konsumsi berbagai jenis makanan yang tidak terkendali sehingga terjadi ganguan fungsi tubuh sejalan dengan proses degenerasi. Yang termasuk penyakit metabolik antara lain : diabetes, hiperlipidemia, asam urat, dan darah tinggi; sedangkan penyakit degeneratif diantaranya : rematik, asma, ulser, hemorrhoid (ambeien), dan pikun. Untuk menanggulangi penyakit tersebut diperlukan pemakaian obat dalam waktu yang lama sehingga jika menggunakan obat modern dikhawatirkan adanya efek samping yang terakumulasi dan dapat merugikan kesehatan. Oleh karena itu lebih sesuai bila menggunakan obat tradisional /alam, walaupun penggunaannya dalam waktu yang lama tetapi efek samping yang ditimbulkan relative kecil sehingga dianggap lebih aman.

Sumber:
Hermawati, Risa. Manfaat, Keamanan dan Regulasi Tumbuhan Obat Alami. UPT Materia Medica. Dinkes Jatim. 2009

pipit Fitria Nugraha Aini piet
12:50
 
Apr
17
pipit Fitria Nugraha Aini piet

diet rumah sakitPernah dirawat di rumah sakit ? Jika pernah, Anda pasti juga pernah merasakan makanan ala rumah sakit. Makanan dan minuman yang kita konsumsi secara teratur setiap hari tersebut biasa dikenal dengan istilah “Diet”. Diet yang diterima tiap orang berbeda-beda, sangat tergantung pada usia, berat badan, kondisi kesehatan dan banyaknya kegiatan yang dilakukan dalam sehari. Diet yang dilakukan di rumah sakit disebut terapi diet, tujuannya :
1. Memperoleh status gizi yang baik
2. Memperbaiki defisiensi gizi
3. Mengistirahatkan organ tubuh
4. Menyesuaikan asupan/intake dengan kemampuan tubuh
5. Mengubah berat badan bila diperlukan

Setiap pasien yang dirawat di rumah sakit pasti mendapatkan menu diet yang berbeda sesuai dengan kondisi kesehatan dan jenis penyakitnya. Standard makanan tersebut dibagi menjadi 5 kelompok, antara lain :
a. Makanan Biasa
– Makanan biasa diberikan kepada penderita yang tidak makan khusus sehubungan dengan penyakitnya.
– Susunan makanan sama dengan makanan orang sehat, hanya tidak diperbolehkan makanan yang merangsang atau yang dapat menimbulkan gangguan pencernaan.
– Makanan ini cukup energi, protein, dan zat gizi lain.

b. Makanan Lunak
– Makanan lunak diberikan pada penderita sesudah operasi tertentu dan pada penyakit infeksi dengan kenaikan suhu yang tidak terlalu tinggi : 37.5 – 38 C
– menurut keadaan penyakit, makanan lunak dapat diberikan langsung kepada penderita atau merupakan perpindahan dari makanan saring ke makanan biasa.
– Makanan ini mudah dicerna, rendah serat, dan tidak mengandung bumbu yang merangsang. Makanan ini cukup energi, protein, dan zat gizi lain.

c. Makanan Saring
– Diberikan pada penderita setelah operasi tertentu, pada infeksi akut, termasuk infeksi saluran pencernaan seperti gastro enteritis dengan kenaikan suhu badan > 39 C, serta pada kesukaran menelan.
– Menurut keadaan penyakit, makanan saring dapat diberikan langsung kepada penderita atau merupakan perpindahan dari makanan cair ke makanan lunak.
– Makanan ini tidak diberikan dalam jangka panjang karena tidak memenuhi kebutuhan gizi terutama energi.
– Bahan makanan yang tidak boleh diberikan sama dengan makanan lunak.

d. Makanan Cair
– Diberikan pada penderita sebelum dan sesudah operasi tertentu, dalam keadaan mual dan muntah, dengan kesadaran menurun, dengan suhu badan sangat tinggi, atau infeksi akut.
– Makanan ini diberikan berupa cairan jernih yang tidak merangsang dan tidak meninggalkan sisa.
– Nilai gizi sangat rendah, hingga pemberian dibatasi 1-2 hari saja.
– Contoh : teh, kaldu jernih, air bubur kacang hijau, sari buah, sirup.

e. Makanan Lewat Pipa
– Diberikan kepada penderita yang tidak bisa makan lewat mulut karena : gangguan jiwa, prekoma, anoreksia, kelumpuhan otot-otot menelan, atau sesudah operasi mulut, tenggorokan dan gangguan saluran pencernaan.
– Makanan yang diberikan berupa sari buah atau cairan kental yang dibuat dari susu, telur, dan margarin.
– Cairan hendaknya dapat dimasukkan melalui pipa karet di hidung, lambung, atau rektum.

f. Makanan yang diberikan dengan cara khusus
– Tidak dapat makan melalui mulut (penyakit berat, demam terus-menerus, luka bakar hebat, kelaparan parah, kanker mulut, faring, esofagus, koma, dll)
– Pemberian makanan lewat pipa melalui rongga mulut (nasogastric feeding) –> hidung –> lambung.
– Pemberian makanan melalui gastrostomi dan jejunostomi –> makan langsung ke lambung/ jejunum melalui pembedahan.
– Pemberian makanan melalui pembuluh darah (Intravenous feeding)/ parenteral nutrition –> operasi saluran pencernaan, luka parah.

Pemberian makanan tersebut dapat diberikan dengan variasi menu yang berbeda tiap harinya sesuai dengan terapi diet yang dijalani agar penderita tidak bosan. Harapannya, terapi diet tersebut dapat membantu mempercepat penyembuhan pasien.

Semoga bermanfaat 🙂

Referensi :
Setijowati, Nanik. dr., M.Kes. Kuliah Gizi Klinik. 2011

pipit Fitria Nugraha Aini piet
14:04
 
Apr
2
pipit Fitria Nugraha Aini piet

     Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) adalah nama sebuah tanaman obat dari Cina yang dikenal dengan nama asli Dheng San Chi. Tanaman berumbi rimpang dan menjalar ini telah dikenal memiliki manfaat penyembuhan yang luar biasa dan telah ribuan tahun dikonsumsi oleh bangsa Cina, Korea, dan negara Asia Tenggara lainnya.

Daun Binahong

     Tanaman binahong berupa tumbuhan menjalar, berumur panjang (perenial), bisa mencapai panjang +/- 5 m. Akar berbentuk rimpang, berdaging lunak. Batang lunak, silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar. Daun tunggal, bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna hijau, bentuk jantung (cordata), panjang 5 – 10 cm, lebar 3 – 7 cm, helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus), tepi rata, permukaan licin, bisa dimakan. Bunga majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun, mahkota berwarna krem keputih-putihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, panjang helai mahkota 0,5-1 cm, berbau harum. Perbanyakan generatif (biji), namun lebih sering berkembang atau dikembangbiakan secara vegetatif melalui akar rimpangnya.

     Bagian tanaman binahong yang bermanfaat sebagai obat pada umumnya adalah rhizoma, akar dan daun. Penelitian mengenai kandungan metabolit sekunder daun binahong menyebutkan bahwa di dalam daun binahong terdapat aktifitas antioksidan, asam askorbat dan total fenol yang cukup tinggi.

Khasiat utama tanaman binahong yaitu sebagai berikut :

a)      Mempercepat pemulihan kesehatan setelah operasi, setelah melahirkan, khitan, bermacam luka dalam, luka luar dan radang usus

b)      Melancarkan dan menormalkan peredaran dan tekanan darah

c)      Mencegah stroke, maag dan asam urat

d)     Menambah dan mengembalikan vitalitas daya tahan tubuh

e)      Wasir (ambeien)

f)       Melancarkan buang air kecil dan buang air besar

g)      Diabetes

Khasiat tambahan dari tanaman binahong yaitu :

a)      Sariawan berat

b)      Pusing

c)      Sakit perut

By : Fitria Nugraha Aini

Sumber :Â

Manoi, F. 2009. Binahong (Anredera cordifolia)(Ten) Steenis Sebagai Obat. Jurnal Warta Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri.Volume 15 Nomor 1:

Mukti W. 2009. Mengenal Binahong dan 1001 Manfaatnya. http://Lifeisharmony.Com/Index.Php/Kotak-Obat-Herbal/63-Mengenal-Binahong-Dan-1001-Manfaatnya-

Mus. 2008. Informasi Spesies Binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis. http://www.plantamor.com/spcdtail.php?recid=1387.

pipit Fitria Nugraha Aini piet
4:56
 
Apr
2
pipit Fitria Nugraha Aini piet

     Bahan-bahan kimia telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Manfaatnya tidak terhitung, tetapi di sisi lain bahan kimia tertentu juga dapat membahayakan kesehatan dan kehidupan kita. Bahan kimia tertentu sangat berbahaya jika sampai terhirup, mengenai kulit, mengenai mata maupun tertelan. Organ tubuh yang spesifik seperti hati, jantung, dan paru-paru atau beberapa bagian tubuh secara bersamaan dapat menjadi sasaran bahan kimia tertentu yang kemudian menimbulkan berbagai jenis efek yang merugikan. Tingkat keparahan dari efek tersebut mulai dari ruam kulit sampai kebutaan atau bahkan kanker dengan berbagai kemungkinan di antara kejadian tersebut.

     Hasil kajian terhadap penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ada beberapa kasus penyalahgunaan bahan kimia yang dicampurkan dalam bahan makanan. Bahan kimia yang sering disalahgunakan pemakaiannya antara lain asam salisilat (aspirin), asam borat (borak), dan formalin. Tahun 2006, BPOM melansir bahwa dari 700 sampel makanan yang diambil dari Jawa, Sulawesi Selatan, dan Lampung, 56 persen diantaranya mengandung formalin. Bahkan 70 persen  mie basah diawetkan dengan formalin.

     Tujuan pemberian formalin dalam makanan adalah agar makanan menjadi lebih awet dan kenyal sehingga lebih disukai oleh konsumen. Penyalahgunaan formalin pada makanan ini selain disebabkan harganya yang sangat murah dan mudah didapatkan, juga disebabkan karena minimnya pengetahuan produsen dan konsumen tentang bahaya penggunaan formalin pada makanan.

     Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan berbau sangat menusuk. Dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air dan biasanya ditambah metanol hingga 15% (Hermawan, 2009). Formalin termasuk bahan pengawet yang dilarang untuk digunakan pada makanan segar maupun olahan karena tidak tercantum dalam daftar Bahan Tambahan Makanan (BTM) yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

     Formalin merupakan senyawa kimia yang bersifat karsinogenik dan toksik bagi tubuh manusia. Efek penggunaan formalin dalam jangka pendek dapat menyebabkan terjadinya iritasi saluran pernafasan, saluran pencernaan, pusing dan mual. Sedangkan akibat paparan formalin jangka panjang, antara lain adalah terjadinya kerusakan pada tingkat sel, jaringan serta organ. Keberadaan formalin dalam tubuh dapat menyebabkan menurunnya senyawa antioksidan secara dratis, dan mendorong tumbuhnya senyawa reactive oxygen species (ROS), dapat menyebabkan terjadinya reaksi berantai yang menghasilkan ROS  dan senyawa radikal bebas baru yang bersifat lebih reaktif dan toksik yang dapat menimbulkan kerusakan dan kematian sel.Â

By : Fitria Nugraha Aini

dari berbagai sumber.

pipit Fitria Nugraha Aini piet
4:02
 
Nov
28
pipit Fitria Nugraha Aini piet

Aktivitas fisik berlebih, olahraga berat misalnya, ternyata justru merugikan bagi tubuh kita.

Aktivitas fisik yang berat dapat menimbulkan perubahan metabolisme dalam tubuh dan menghasilkan senyawa radikal bebas (oxidant) yang mampu merusak sel-sel termasuk sel-sel jantung. Olahraga berat dapat menurunkan kadar antioksidan dan meningkatkan kadar pro oksidan pada tubuh manusia. Apabila hal ini berlangsung lama, maka zat radikal dapat merubah struktur dan fungsi biologi sel. Pada latihan fisik berat berupa lari marathon 80 km, dapat menimbulkan ketidakseimbangan antara senyawa pro oksidan dan antioksidan intraselular. Pelatihan fisik berat akut pada penelitian secara in vivo pada tikus dapat menyebabkan peningkatan kadar lipid peroksidase pada hepar dan jantung sebagai pertanda dari stress oksidatif serta kerusakan pada nuclear DNA sel. Latihan berat terbukti dapat meningkatkan lipid peroksidase, glutathione oksidase, dan kerusakan protein oksidatif. Latihan ini menunjukkan bahwa aktivitas enzim sitosol dalam plasma darah meningkat setelah latihan berat. Peningkatan ini kemungkinan sebagai pertanda dari kerusakan sel otot. Derajat stress oksidatif dan kerusakan otot tidak tergantung mutlak pada intensitas dari latihan tetapi tergantung dari derajat kelelahan seseorang yang melakukan latihan.

Berikut ini patofisiologi kerusakan sel pada otot jantung akibat aktivitas fisik berlebih :


pipit Fitria Nugraha Aini piet
23:07
 
pipit Fitria Nugraha Aini piet
pipit Fitria Nugraha Aini piet
Subscribe RSSpipit Fitria Nugraha Aini piet
 
pipit Fitria Nugraha Aini piet
profile
Profile
Nama : Pipit
TTL : Malang, 13 Juni 1988
Alamat : Jl. Cakalang 161 C Malang, Indonesia - 65126
Web Site : http://pipit.org
e-mail : mail@pipit.org
Married to : Fauzi Alfa Alfi
pipit Fitria Nugraha Aini piet
Copyright © 2010 pipit. In collaboration with fauzi
Powered by