Twitter FaceBook
Home
pipit Fitria Nugraha Aini piet
May
30
pipit Fitria Nugraha Aini piet

Berbicara tentang organisasi.
Berbicara tentang kepemimpinan.
Dua hal yang sangat saling berkaitan…

Saya pernah membaca beberapa buku tentang teori organisasi dan kepemimpinan. Salah satu buku yang saya baca, *Saya lupa judulnya* jika tidak salah dibuat oleh Departemen Kaderisasi Mahasiswa BEM FK Unud Bali.
Buku yang sangat menarik, menuliskan tentang pengertian organisasi, beberapa tipe kepemimpinan, dan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik.
Dalam menulis buku tersebut, penulis mengambil referensi dari beberapa tokoh besar. Salah satunha Jhon C. Maxwell :

Banyak orang merasa menjadi pemimpin pada saat sebuah tanda jabatan disematkan di dadanya, dan ia dilantik oleh pejabat di atasnya. Sementara ternyata dalam kesehariannya ia hanya memimpin dengan sebuah buku, yaitu yang namanya buku peraturan, dimana Ia hanya mau tanda tangan dan menyetujui kegiatan kalau rule nya ada di buku. Kata orang ia adalah orang yang jujur dan taat perintah. Praktis hampir tak pernah ada kesalahan yang ditimpakan kepadanya, karena ia adalah orang yang benar-benar taat aturan. Mereka jumlahnya cukup banyak, dan tentu saja benar bahwa mereka adalah pemimpin, namun yang membedakan mereka dengan yang lain tentu adalah tipenya, sebab untuk menjadi pemimpin dibutuhkan lebih dari sekedar aturan, melainkan juga terobosan dan respek.

John Maxwell membuat peringkat pemimpin dalam 5 level.
Orang yang dibicarakan di atas benar adalah pemimpin, tetapi baru sekedar pemimpin di atas kertas, yaitu pemimpin level satu.
Pemimpin yang sempurna adalah pemimpin level 5, yaitu pemimpin yang dituruti, karena direspeki. John Maxwell menggunakan 5 level pemimpin (5P) yaitu,
Position, Permission, Production, People Development, dan Personhood.
Masing-masing akan dibahas berpasangan dengan produknya, yang disebut Maxwell sebagai 5R, yaitu Rights, Relationships, Results, Reproduction dan Respect.

Pemimpin Level 1
Seseorang dituruti semata-mata karena position nya.
Ia duduk di sana karena ia memegang hak tertulis (rights). Orang-orang mengikutinya, karena suatu keharusan. Celakanya, semakin lama ia berada di posisi itu akan semakin mundur organisasi. Organisasi akan ditinggalkan oleh karyawan-karyawan kelas satunya yang menyukai terobosan dan laku di pasar. Sementara itu moral kerja merosot drastis dan image sebagai organisasi yang disegani tak lagi terdengar, malah sebaliknya.

Pemimpin ini sebaiknya segera memperbaiki diri. Ia bisa menapak naik ke pemimpin level 2

Pemimpin Level 2
Seorang pemimpin yang disebut permission (sedikit di atas otoritas).
Ia tidak melulu mengacu pada peraturan tertulis, melainkan mulai menghargai orang-orang yang melakukan terobosan sebagai warna yang harus diterima. Orang-orang pun senang dan menerima kepemimpinannya bukan lagi semata-mata karena rights, melainkan relationship. Mereka mengikuti karena mereka menghendakinya. Tetapi kalau cuma sekedar relationship saja, dan orang-orang merasa senang maka ia bisa menjadi pemimpin yang populis, yang anak-anak buahnya tidak terpacu untuk maju.

Oleh karena itu, idealnya seorang pemimpin naik lagi ke pemimpin level 3.

Pemimpin Level 3
Yaitu maju dengan kompetensi dan memberi hasil yang dapat dilihat secara kasat mata. P ketiga ini disebut production, dan orang-orang di bawahnya mau mengikuti kepemimpinannya karena results, yaitu hasil nyata yang tampak pada kesejahteraan mereka dan kemajuan organisasi. Pemimpin pun senang karena pekerjaannya dengan mudah diselesaikan oleh orang-orang yang dedikatif, bekerja karena momentum. Biasanya level tiga ini berdampingan atau tipis sekali batasnya untuk melompat ke level empat. Ini hanya soal kemauan berbagi saja dan relatif tidak sulit karena hasilnya ada dan bukti-buktinya jelas.

Pemimpin Level 4
Disebut people development dan hasilnya diberi nama reproduction. Pemimpin level 4 adalah pemimpin langka yang bukan cuma sekedar memikirkan nasibnya sendiri, melainkan juga nasib organisasi. Ia tidak rela sepeninggalnya ia dari organisasi, lembaga itu mengalami kemunduran, maka kalau ia tak bisa memilih sendiri pengganti-penggantinya, ia akan memperkuat manajer-manajer di bawahnya agar siapapun yang menjadi pemimpin organisasi akan terus bergerak maju ke depan. Tentu saja tidak mudah mendeteksi pemimpin tipe ini selain dari apa yang ia lakukan untuk mengembangkan calon-calon pemimpin. Biasanya kita baru bisa menyebut Anda berada pada level empat kalau Anda sudah pensiun, sudah tidak duduk di sana lagi. Pada waktu Anda meninggalkan kursi Anda, maka baru bisa kita lihat apakah orang-orang yang dihasilkan benar-benar mampu meneruskan kemajuan atau malah mundur. Tentu saja maju-mundurnya organisasi paska kepemimpinan Anda sangat ditentukan oleh pemimpin berikutnya, tetapi kita dapat membedakan dengan jelas siapa yang membuat ia maju atau mundur.

Pemimpin Level 5
Kepemimpinan level 5 ini oleh Jim Collins disebut sebagai pemimpin dengan professional will dan strategic humility. Kepemimpinan ini disebut sebagai spiritual leader yang tampak dari perilaku-perilakunya yang merupakan cerminan dari pergulatan batin dalam jiwanya (inner voice). Orang-orang seperti ini tidak mencerminkan kebengisan, melainkan ketulusan hati. Ia bisa saja mengalami benturan-benturan, tetapi semua itu bukanlah kehendaknya pribadi. Orang yang baik hati seperti Gandhi saja ternyata juga dicaci maki dan dibunuh, tetapi satu hal yang jelas, ia diikuti oleh banyak orang karena dirinya dan apa yang ia suarakan. Mereka patuh karena respek. Mereka tahu persis bahwa bahaya terbesar akan terjadi kala mereka mulai populis, yaitu ingin disukai semua orang ketimbang direspeki.

Jadi, sudah sampai mana level kita ?

pipit Fitria Nugraha Aini piet
0:04
pipit Fitria Nugraha Aini piet

2 Responses to “Pemimpin”

  1. Zie says:

    Nice… like this…
    semoga bisa menjadi pemimpin level 5…
    AMIN… 🙂

Leave a Reply

*

Subscribe RSSpipit Fitria Nugraha Aini piet
 
pipit Fitria Nugraha Aini piet
profile
Profile
Nama : Pipit
TTL : Malang, 13 Juni 1988
Alamat : Jl. Cakalang 161 C Malang, Indonesia - 65126
Web Site : http://pipit.org
e-mail : mail@pipit.org
Married to : Fauzi Alfa Alfi
pipit Fitria Nugraha Aini piet
Copyright © 2010 pipit. In collaboration with fauzi
Powered by